Empat Strategi BI Bali Pacu Ekonomi Pulau Dewata hingga 5,8 Persen di 2025
- Penulis : Imron Fauzi
- Sabtu, 30 November 2024 20:33 WIB

BISNISABC.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali telah menyusun empat strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata yang ditargetkan mencapai 5,0–5,8 persen pada tahun 2025.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Gusti Agung Diah Utari, menjelaskan bahwa strategi tersebut meliputi penguatan sektor padat karya, pengendalian inflasi, perluasan pembiayaan pembangunan, dan digitalisasi.
Ia menyoroti tiga sektor padat karya yang menjadi andalan Bali, yaitu pariwisata, pertanian termasuk perikanan, dan sektor industri.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Instruksikan Penerapan Efisiensi dan Inovasi untuk Transformasi Digital
Dalam sektor pariwisata, Bali terus mengembangkan konsep berbasis budaya dan kearifan lokal, dengan pemerataan destinasi wisata, promosi desa wisata, digitalisasi, serta penguatan UMKM penunjang pariwisata.
Sementara itu, di sektor pertanian, langkah strategis difokuskan pada peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas UMKM, dan membangun kelembagaan pertanian.
Untuk sektor industri, BI mendorong pengembangan sentra industri kecil menengah berbasis agro dan ekonomi kreatif, seperti hilirisasi pangan dan produk khas Bali.
Baca Juga: Tips Merawat Pakaian dan Tampil Stylish di Musim Hujan Menurut Dewi Utari
Strategi kedua adalah pengendalian inflasi. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat ekosistem ketahanan pangan, melibatkan Perumda Pangan, memperbaiki distribusi, mempercepat pembangunan pasar induk, dan memperkuat data neraca pangan.
Strategi ketiga mencakup perluasan pembiayaan pembangunan. BI mendorong kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) bagi perbankan yang aktif memberikan pembiayaan kepada sektor prioritas, termasuk sektor padat karya dan UMKM.
Dengan kombinasi strategi ini, Bali diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inklusif, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.***